Cara Mempercepat Koneksi Internet,Cara Mempercepat Internet,Mempercepat Koneksi Internet

Belajar Internet dan Bisnis OnlineBandar Online Terpercaya

Kejahatan Internet Berupa Pemalsuan Data Resmi

Kejahatan Internet berupa pemalsuan data resmi memang terdengar agak janggal bagi telingan pengguna Internet. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa kejahatan jenis ini tidak akan anda alami.

Data forgery merupakan kejahatan digital dengan cara memalsukan data. Data yang dipalsukan antara lain data dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document di internet.

Kejahatan jenis ini biasanya menargerkan dokumen e-commere. Caranya dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik”. Ketika “salah ketik” ini dilakukan oleh si korban, maka secara otomatis pelaku bisa memanfaatkan hal itu. Adanya kesalahan ini membuat si pelaku mendapatkan informasi data pribadi dan nomor kartu kredit/debit yang dimasukkan oleh korban.

Agar anda semakin waspada dengan metode kejahatan jenis ini, simak beberapa kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi berikut ini:

Pertama. Bank BCA

Kejahatan Internet Berupa Pemalsuan Data Resmi

Ya, meski memiliki nama besar, Bank BCA merupakan salah satu target kejahatan jenis ini. Bukan BCA-nya yang menjadi target, melainkan para nasabah Bank BCA.

Seperti dikutip di laman berita tahun 2001, Para nasabah Bank BCA menjadi korban kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi. Pelaku kejahatan ini, yaitu Steven Haryanto.

Dengan menggunakan “kepandaiannya”, Steve berhasil membuat gaduh dunia internet banking Bank BCA. diributkan oleh kasus pembobolan internet banking milik bank BCA.

Steve yang merupakan mantan mahasiswa ITB Bandung ini sengaja membeli domain-domain internet dengan harga sekitar US$20. Domain yang Steve beli sengaja memilih beberapa domain salah ketik dari situs internet banking BCA. Situs asli internet banking BCA, yaitu www.klikbca.com. Sedangkan Steve membeli domain salah ketik dari domain tersebut, yaitu:
· wwwklikbca.com
· kilkbca.com
· clikbca.com
· klickbca.com
· klikbac.com

Tidak hanya itu saja, Steve pun mendesain tampilan website domain-domain tersebut persis seperti domain www.klikbca.com. Alhasil, nasabah internet Banking BCA tidak akan sadar bahwa dirinya telah menggunakan situs palsu.

Dengan cara ini, Steve mampu mendapatkan User ID dan password dari pengguna yang memasuki situs interne Banking Palsu buatan Steve. Untungnya, dalam hal ini Steve tidak memiliki niatan mencuri dana nasabah.

Setelah kasus kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi ini booming, Steve secara pribadi mengungkapkan bahwa tindakannya ini murni dilakukan atas- keingintahuan seberapa banyak orang yang tidak sadar menggunakan situs klikbca.com, Sekaligus menguji tingkat keamanan dari situs milik BCA tersebut.

Kedua. Kartu Kredit Yogyakarta.

Kejahatan Internet Berupa Pemalsuan Data Resmi

Kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi yang kedua terjaid di Kota Yogyakarta. Kasus ini bermula dari laporan beberapa pemegang Kartu Krdeit di Yogyakarta yang menyadari adanya “tagihan ilegal” pada kartu kartu kreditnya.

Berdasarkan laporan inilah, Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder Kartu kredit. Beserta tersangka, polisi mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta yang didapat dari merchant luar negeri.

Selain kelima tersangka tadi, polisi di wilayah Bandung juga menangkap seorang tersangka Kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi bernama Buy alias Sam. Akibat kejahatan yang terjadi selama setahun, korban mengalami kerugian mencapai Rp 70 juta.

Meski masih Kejahatan internet berupa pemalsuan data resmi tidak begitu terdengar bebera tahun ini, namun alangkah lebih baik bila anda selalu waspada.

Kejahatan ini, apabila berhasil, mampu mendapatkan informasi berharga yang anda miliki. Selanjutnya, si pelaku bisa leluasa memanfaatkan data tersebut untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.

Selalu teliti dan cermat ketika bertransaksi. Salah satunya ketika anda berbelanja secara online atau saat melakukan pembayaran via kartu kredit atau kartu debit. Meski dilakukan secara offline, kedua metode kartu tersebut berkemungkinan besar menjadi target kejahatan pemalsuan data.

Bantu Bagikan:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *