Cara Mempercepat Koneksi Internet,Cara Mempercepat Internet,Mempercepat Koneksi Internet

Belajar Internet dan Bisnis OnlineBandar Online Terpercaya

Contoh Kasus CyberCrime di Indonesia dan Penyelesaiannya

Contoh Kasus CyberCrime di Indonesia dan Penyelesaiannya ~ Kemunculan internet di satu sisi memanglah punya banyak segudang manfaat. Namun di sisi lain internet juga bisa menjadi media yang rentan sekali disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan pihak tertentu.

Ya, seiring berjalannya waktu, internet tak lagi hanya digunakan untuk mencari informasi, menjalin pertemanan, dan lain sebagainya tetapi juga dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan atau biasa disebut juga dengan CyberCrime.

Contoh Kasus CyberCrime di Indonesia dan Penyelesaiannya

Kasus CyberCrime ini sebenarnya masih sulit untuk ditindak secara hukum karena pengguna internet yang susah untuk dideteksi siapa pelaku kejahatannya. Selain menetapkan hukuman pada pelaku CyberCrime, pemerintah juga harus punya sumber daya yang ahli di bidangnya supaya pelaku CyberCrime ini mudah untuk terdeteksi.

Kasus CyberCrime di Indonesia ini sangat beragam. Berikut akan kami paparkan beberapa Contoh Kasus CyberCrime di Indonesia dan Penyelesaiannya:

1. Kasus Penggelapan Uang di Bank

Kasus CyberCrime yang sudah cukup lama, yakni terjadi pada tahun 1982 adalah kasus CyberCrime berupa penggelapan uang di bank. Penggelapan uang ini dilakukan oleh 2 orang mahasiswa dengan sarana komputer.

Kasus Penggelapan Uang di Bank

Mereka berhasil menggelapkan uang di bank sebanyak Rp 372.100.000. Kasus ini murni adalah tindakan kriminal dan pelakunya diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung pada modus pelaku kejahatan tersebut.

2. Kasus Video Porno

Ya, kasus video porno yang satu ini memang membuat gempar dunia hiburan di negeri ini. Video porno antara Ariel Peterpan dengan Luna Maya dan Cut Tari diunggah oleh orang berinisial RJ di internet sehingga menjadi konsumsi publik.

Kasus Video Porno

Akhirnya setiap orang yang terlibat di dalamnya terjerat pasal-pasal berikut ini: Pasal 29 UURI No. 44 th 2008 tentang Pornografi Pasal 56, dengan hukuman minimal 6 bulan sampai 12 tahun atau dengan denda minimal Rp 250 juta hingga Rp 6 milyar dan atau Pasal 282 ayat 1 KUHP.

3. Carding

Kasus CyberCrime lainnya yang terjadi di Indonesia adalah Carding. Carding adalah kejahatan pencurian nomor kredit milik orang lain dengan menggunakan transaksi perdagangan di internet.

Carding

Kasus Carding ini pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2003, tepatnya di daerah Bandung. Pelakunya kebanyakan adalah remaja tanggung dan mahasiswa yang berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain yang diperoleh mereka dari beberapa situs.

Para pelaku kasus carding ini akhirnya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.

4. Perjudian Online

Perjudian memang dilarang di Indonesia, nah meskipun dilarang ternyata perjudian saat ini tak hanya dilakukan di dunia nyata saja tetapi juga dilakukan secara online atau menggunakan internet. Perjudian online ini juga termasuk kasus CyberCrime.

Kasus perjudian online pernah terjadi di Semarang pada bulan Desember, 2006. Para pelaku perjudian online tersebut melakukan praktiknya dengan menggunakan sistem member.

Perjudian Online

Para member ini bertaruh skor pertandingan sepak bola Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Member yang dapat menebak skor dengan tepat maka mendapatkan hadiah 2 kali lipat atau bahkan lebih dari uang yang ia taruhkan.

Para pelaku perjudian online tersebut dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 dengan ancaman penjara lebih dari 5 tahun.

Nah itulah beberapa Contoh Kasus CyberCrime di Indonesia dan Penyelesaiannya. Semoga kita dapat memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya dan terhindar dari CyberCrime dan semoga apa yang dituliskan di atas bisa menjadi bacaan yang menarik untuk Anda sekalian. Terimakasih sudah membaca 🙂

Bantu Bagikan:
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *